Sisfo Kampus OSS

Archive for Agustus 2009

Dikutip sepenuhnya dari okezone.com

JAKARTA – PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memperkenalkan layanan Lintasartanet-SisfoKampus, yang berguna untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan sistem informasi di perguruan tinggi.  “Di tahun 2009, Lintasarta sangat serius untuk memberikan solusi di industri pendidikan nasional dan saat ini kami membantu implementasi jaringan pendidikan nasional yang menghubungkan lebih dari 300 perguruan tinggi di seluruh Indonesia” ujar General Manager Marketing Lintasarta M Ma’ruf, melalui keterangan resminya, Rabu (12/8/2009).

“Layanan Lintasartanet-SisfoKampus merupakan bentuk keseriusan kami. Sebab, sistem informasi perguruan tinggi merupakan jantung penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. Sehingga sudah saatnya semua proses otomasi di perguruan tinggi terintegrasi dalam satu sistem aplikasi yang terpusat,” tambah M. Ma’ruf

Perguruan tinggi berskala besar umumnya sudah memiliki sistem informasi kampus sendiri. Bagi perguruan tinggi yang baru akan memulai mengembangkan sistem informasi kampus, dapat bergabung dalam SisfoKampus Lintasarta.

“Caranya cukup mudah yaitu dengan menggunakan layanan Lintasartanet, maka perguruan tinggi juga dapat menggunakan fasilitas SisfoKampus. Saat ini layanan ini sudah digunakan oleh sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Jakarta dan Bandung,” jelas Ma’ruf.

Keuntungan dari implementasi tersebut, yaitu perguruan tinggi tidak perlu berinvestasi untuk mengembangkan aplikasi, pengadaan server dan set up sistem, karena semua sudah disiapkan oleh Lintasarta.

Keuntungan lainnya adalah sistem berbasis web base, sehingga mudah diakses dan tidak membutuhkan perangkat komputer yang canggih.

LINTASARTAnet-SisfoKampus mendukung proses otomasi kampus dari mulai penerimaan mahasiswa baru, proses akademis, tugas akhir hingga kelulusan. Seluruh proses otomasi kampus di atas akan terintegrasi ke proses keuangan, yang terhubung ke sistem akutansi dan EPSBED (Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri). (srn)

Iklan

Dikutip sepenuhnya dari detikinet.com (Achmad Rouzni Noor)

Jakarta – Dua anak usaha Indosat, Aplikanusa Lintasarta dan Indosat Mega Media (IM2), sama-sama menggarap pasar bisnis di segmen pendidikan. Namun metode pendekatan yang mereka gunakan berbeda. Lintasarta mengambil metode pemasaran langsung dengan menawarkan layanan Lintasartanet-SisfoKampus. Sedangkan IM2 melakukan pendekatan halus dengan cara mendukung kompetisi School Climate Challenge yang diselenggarakan British Council.

Namun intinya sama saja. Kedua anak usaha Indosat itu membidik pasar jaringan dan sistim informasi di segmen pendidikan, khususnya perguruan tinggi dan sekolah menengah umum.  “Di tahun 2009 ini Lintasarta sangat serius untuk memberikan solusi di industri pendidikan nasional,” kata General Manager Marketing Lintasarta M. Ma’ruf, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2009).

Solusi yang ditawarkan lewat Lintasartanet-SisfoKampus, mendukung proses otomasi kampus dari mulai penerimaan mahasiswa baru, proses akademis, tugas akhir hingga kelulusan. Seluruh proses otomasi kampus di atas akan terintegrasi ke proses keuangan, yang terhubung ke sistem akuntansi dan Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED).

“Solusi ini kami buat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sistem informasi di perguruan tinggi,” kata Ma’ruf. Sebab, lanjut dia, perguruan tinggi tak perlu berinvestasi untuk mengembangkan aplikasi, pengadaan server dan set up sistem. “Karena semua sudah disiapkan oleh Lintasarta.”  Sistem ini juga berbasis web base, sehingga mudah diakses dan tidak membutuhkan perangkat komputer yang canggih. “Kami telah membantu implementasi jaringan pendidikan nasional yang menghubungkan lebih dari 300 perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” pungkas Ma’ruf.

Sementara pendekatan yang dilakukan IM2, lewat dukungan School Climate Challenge di British Council, tak lain demi menyosialisasikan program CSR Let’s Go Green di lingkungan sekolah. IM2 jelas ingin dikenal sebagai perusahaan yang ramah lingkungan lewat inovasi layanan e-billing untuk rekening tagihan pelanggan. Untuk memperkuat citranya, IM2 juga pernah menanam 2.000 pohon di Taman Nasional dalam program lain yang berorientasi kepada pelestarian lingkungan.