Sisfo Kampus OSS

113 Program Studi di 64 Perguruan Tinggi DITUTUP

Posted on: Februari 14, 2008

prodi-ditutup.jpg

Di tengah keterpurukan daya saing di Republik tercinta ini (hasil Survey), dunia perguruan tinggi kembali mendapat sorotan pers dan publik. Pasalnya, sebanyak 113 program studi ditutup lantaran tidak ada peminatnya (baca kutipan dibawah). Siapa yang harus disalahkan ? Pemerintah, Manajemen perguruan tinggi, atau daya beli masyarakat yang menurun drastis. Faktor yang disinyalir menjadi salah satu penyebabnya adalah Prinsip follower perguruan tinggi yang asal2an membukan prodi karena mengikuti trend TANPA melakukan analisa dan strategi yang mendalam di daerah masing2. Akibatnya faktor ini menjadi bumerang bagi Perguruan Tinggi ketika tidak mampu memenuhi kuota yang ditetapkan dikti yaitu 30 mahasiswa dalam satu angkatan.

Ironisnya lagi, diantara prodi yang ditutup terdapat 4 prodi yang berkaitan dengan teknologi informasi (TI) yaitu Komputer akuntansi, manajemen informatika, teknik komputer, dan teknik informatika. Padahal peranan TIK saat ini menjadi salah satu faktor yang fundamental dalam membangun daya saing suatu negara.

Sungguh memprihatinkan !

JAKARTA, KOMPAS 13 Februari 2008

Sebanyak 113 program studi di 64 perguruan tinggi tutup sepanjang tahun 2007. Penutupan program studi tersebut mencerminkan mulai jenuhnya pasar terhadap lulusan program itu lantaran jumlah lulusan telah berlimpah. Hal itu dapat pula disebabkan oleh kekurangan peminat terhadap jurusan tertentu. Program studi yang ditutup, berdasarkan catatan Departemen Pendidikan Nasional, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, antara lain akutansi, komputer akutansi, serta keuangan dan perbankan. Umumnya, jenjang diploma satu, dua, dan tiga. Terdapatnya persyaratan minimal rasio dosen. Untuk kelompok ilmu eksakta, rasio dosen dan mahasiswa 1:20 dan kelompok ilmu social 1:30. Adapun jumlah mahasiswa minimal 30 orang dalam satu angkatan. Anggota Dewan Penasehat Forum Rektor Indonesia, yang juga Rektor Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Edy Suandi Hamid, Selasa (12/2), mengatakan, selama ini perguruan tinggi tidak mempunyai informasi lengkap terkait program studi apa yang dibutuhkan beberapa tahun kedepan dan juga yang sudah jenuh, baik dipemerintahan maupun pasar. “Akibatnya, begitu ada tren dibidang manajemen atau komputer, misalnya, semua ikut membuka program studi tersebut. Namun, persoalannya kita tidak pernah tahu sampai kapan batas jenuhnya,: kata Edy. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan, penutupan program studi sangat tergantung dari analisa perguruan tinggi. “Kalau perguruan tinggi memandang program studi tersebut sudah tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tidak kompetitif, mereka dapat mengajukan penutupan,” ujarnya. (INE)

2 Tanggapan to "113 Program Studi di 64 Perguruan Tinggi DITUTUP"

ada daftar kampusnya gak.. ya kalo itu jurusan di kampung kampung mana laku pak… ya jurusan lain mungkin laris

dimana saja yg ditutup, di jawa atau luar jawa
dan sejak berdirinya kapan prodgi itu
dan sudah berapa lulusan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: