Sisfo Kampus OSS

Perguruan Tinggi Di Antara Globalisasi dan Internasionalisasi

Posted on: September 23, 2006

Perguruan tinggi yang berkualitas semakin menjadi incaran bagi para lulusan SMU. Berkualitas dapat diterjemahkan menjadi unggul dalam sistem proses belajar mengajar, up to date dengan teknologi informasi, dan mampu menghasilkan lulusan yang handal.

Kata “Globalisasi” sering disebut-sebut sebagai pemicu bagi perguruan tinggi dalam mempromosikan institusinya kepada masyarakat. Lihat saja banyak slogan dengan menggunakan kata “globalisasi” menghiasi pamflet, iklan, brosur dan sebagainya. Apa sebenarnya globalisasi itu?

Globalisasi dipandang oleh sebagian pelaku bisnis sebagai kesempatan untuk maju dan menjadi unggul di pasar. Sedangkan sebagian lagi berasumsi globalisasi sebagai hal yang menakutkan dimana setiap pelaku bisnis dapat bertindak sebagai tirani yang menghancurkan lingkungan dan hal-hal yang baik dalam kehidupan manussia. Sebenarnya pengertian globalisasi sering disalahartikan dengan internasionalisasi. Penjelasan mengenai pengertian globalisasi dan internasionalisasi secara sederhana adalah sebagai berikut (e-book,’Manajemen Perguruan Tinggi Modern’, Richardus Eko Indrajit 2004).

  • Globalisasi merupakan kesatuan global semua aspek kehidupan tanpa ada batasan teritorial dimana dimungkinkan terjadinya pertukaran, perdagangan, penyebaran sumber daya (modal, manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi). Penekanan dalam globalisasi terletak pada kesatuan (integrasi) secara global dari semua negara melalui proses perdagangan bebas, pergerakan modal, migrasi sumber daya manusia, modal,dan iptek tanpa dapat dikendalikan dan dicegah oleh aturan dalam suatu negara tertentu. Oleh karena itu globalisasi sering dikatakan sebagai fenomena yang suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, siap atau tidak siap akan dihadapi setiap negara dalam era globalisasi. Kompetisi dalam era globalisasi didasarkan pada keunggulan absolut yang tidak dapat dikendalikan atau diatur oleh pihak manapun.
  • Sedangkan internasionalisasi merupakan kegiatan atas dasar kesadaran masing-masing, atas dasar suka rela, atas dasar pilihan tertentu bukan tindakan yang terpaksa. Kompetisi dalam perdagangan intenasional lebih didasarkan kepada keunggulan kompetitif dengan aturan yang diatur atas dasar kesepatan pihak-pihak yang terkait.

Bagaimana bentuk kongret dari pengaruh globalisasi dan internasionalisasi di kehidupan perguruan tinggi di Indonesia. Contoh nyata pengaruh globalisasi sudah dirasakan sejak satu dekade terakhir dimana negara maju dapat dapat dengan bebas masuk dan mendirikan perguruan tinggi di Indonesia. Kurikulum dan proses belajar mengajar pun diadopsi dari negara asal tanpa harus mengikuti aturan dari Departemen Pendidikan Nasional begitu juga dengan dosen yang didatangkan dari luar. Seiring dengan masuknya pengaruh globalisasi, banyak juga perguruan tinggi di Indonesia yang telah menerapkan strategi internasionalisasi untuk mempertahankan mutu dan tetap bertahan (exist) di masyarakat. Internasionalisasi yang dilakukan dapat berbentuk kegiatan pertukaran dosen dan mahasiswa, joint program studi dengan menawarkan kuliah di luar negeri untuk semester tertentu, program dual degree, joint research untuk bidang tertentu dan sebagainya. Internasionalisasi ini dilakukan sebagai antisipasi untuk dapat bertahan dengan perguruan tinggi asing yang masuk di Indonesia.

Jadi sebenarnya pengaruh dari globalisasi yang menyebabkan perguruan tinggi melakukan internasionalisasi, karena jelas tidak mungkin negara berkembang ( kalo tidak suka disebut miskin) seperti Indonesia dapat bersaing dengan negara maju baik dari segi modal, sumber daya manusia, dan teknologi.

Walaupun ada pro dan kontra mengenai globalisasi dan internasionalisasi di perguruan tinggi, dari perspektif yang positif setidaknya ada beberapa benefit yang bisa diperoleh antara lain:

  • Masyarakat diperhadapkan dengan banyaknya pilihan perguruan tinggi yang berkualitas dengan standar internasional.
  • Negara juga diuntungkan karena dapat menghemat devisa dengan tetap bersekolah atau kuliah di dalam negeri.
  • Proses belajar dan mengajar dalam menyebarkan ilmu pengetahun dan teknologi menjadi semakin mudah dan disampaikan dengan lebih elegan. Internet bukan sesuatu yang mewah lagi bagi sebuah perguruan tinggi.

Menarik untuk dibahas, baik globalisasi ataupun internasionalisasi di perguruan tinggi peranan teknologi informasi (Information Technology) menjadi fokus perhatian semua komponen (stakeholder) di dalam perguruan tinggi. Tidak berlebihan kalo dikatakan bahwa peranan teknologi informasi sangat dominan dan menjadi backbone bagi perguruan tinggi.

Penerapan teknologi informasi yang tepat di perguruan tinggi dapat menjadi kekuatan bersaing ( competitive advantage) bagi perguruan tinggi untuk dapat exist. Trend yang berkembang saat ini adalah adanya kecendrungan calon mahasiswa akan beralih dari perguruan tinggi yang memiliki gedung yang besar dan megah (brick and mortal) menuju perguruan tinggi yang tidak hanya memiliki gedung yang megah tetapi dilengkapi juga dengan fasilitas e-learning, wireless, Internet, perpustakan digital, dan sebagainya ( click and mortal).

Hampir dapat dipastikan saat ini, perguruan tinggi yang tidak mempunyai sentuhan teknologi informasi secara perlahan namun pasti akan ditinggalkan olah calon mahasiswa. Bahkan di Jakarta beberapa perguruan tinggi berani memberikan tablet PC atau laptop kepada mahasiswa baru yang diterima. Tentu saja perguruan tinggi ini mengandeng vendor penyedia teknologi informasi untuk memperoleh win win solution bagi kedua belah piahk.

Secara umum, jika teknologi informasi di perguruan tinggi dapat diterapkan secara maksimal dan tepat guna maka benefit yang akan diperoleh adalah sebagai berikut:

  1. Eliminate : Menghilangkan atau meminalisasikan proses dan transaksi birokrasi yang panjang sehingga terwujud efisiensi biaya. Misalkan dengan adanya Anjungan informasi Mahasiswa yang melayani informasi akademik tanpa harus bertanya kepada tata usaha, penerapan aplikasi akademik berbasis web yang dapat diakses tanpa harus dilakukan pencetakan (paperless)
  2. Simplify: Menyederhanakan proses sehingga waktu pelayanan akan lebih cepat dan tuntas. Misalkan dengan penerapan SMS Gateway dimana mahasiswa dapat dengan mudah, cepat, dan murah untuk mengetahui hasil Ujian.
  3. Integrate: Pelayanan terpadu antar departemen di perguruan tinggi sehingga dapat dihindari adanya pemasukan data ganda. Penerapan komputerisasi di bidang akademik saat ini menjadi pilihan bagi manajemen perguruan tinggi untuk dapat mewujudkan sistem informasi terpadu. Misalkan data mahasiswa dapat diakses dari fakultas, tata usaha, dosen, dan admin akademik secara terpadu.
  4. Automate: dengan adanya teknologi informasi dimungkinkan untuk mengantikan proses dan transaksi secara manual ke proses dan transaksi secara otomatisasi. Seperti e-catalog, e-library, KRS online, penghitungan IPK mahasiswa, proses keuangan mahasiswa dan sebagainya.

Walaupun teknologi informasi dapat membantu secara maksimal proses belajar mengajar di perguruan tinggi, tetapi kenyataannya banyak perguruan tinggi yang mempertahankan cara konvensional (manual) dalam manajemeni institusinya. Alasan klasik yang sering diutarakan adalah belum siapnya infrastruktur, Sumber daya manusia, dan dana.

Kalo mau jujur sebenarnya alasan itu tidak sepenuhnya betul, karena teknologi informasi berbasis open source seperti sisfokampus dapat menjadi solusi jitu untuk menjawab permasalahan terutama dari sudut investasi (dana). Point yang paling penting menurut saya adalah bagaimana paradigma berpikir dan komitmen dari pimpinan perguruan tinggi untuk menerapkan teknologi informasi secara bertahap namun pasti.

Selamat memasuki era globalisasi

18 Tanggapan to "Perguruan Tinggi Di Antara Globalisasi dan Internasionalisasi"

Hallo,

Selain isu globalisasi-internasionalisasi, sekarang kita malah balik ke isu “lokalisasi”, artinya adalah perusahaan internasional/global dengan layanan lokal.

Salam.

Hallo, saya nemu artikel tentang “anti-globalisasi” di Wikipedia. Berikut link-nya:

Antiglobalisasi.

Semoga bermanfaat.
Salam.

globalisasi………………….indonesia ga akan bisa bersaing di era globalisasi ,, yang ada negara kita malah dikuasai / dimonopoli oleh negara-negara maju ,, baik dalam segi ekonomi, teknologi, bahkan sosial politik

hidup anti globalisasi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!……..

globalisasi itu perlu agar kita tidak menjadi negara bodoh.
tidak bisa bersaing?
itu masalah individu.
ada apa dgn dirinya sehingga dia tdk bisa bersaing.
seharusnya masyarakat kita terpacu untuk belajar lebih giat, dan kreativ sehingga bisa bertahan di era globalisasi.
bukan cuma meratapi nasib yang merasa tertindas oleh zaman.
mau diapakan era globalisasi pasti dtg.
dan itu memang perlu. agar masyarakat bisa berpikir maju.
tidak hanya menerima nasib.

Globalisasi penting bgt,,,,dan indonesia harusnya lbh termotivasi dalam mengembangkan produknya agar gak ketinggalan or kalah saing ma produk asing…
jdglobalisasi but indonesia harusnya jd pelajaran yag berharga bgt yg bisa buat indonesia semakin berkembang!!!!!!!!!!!1

sikap selektif terhadap pengaruh globalisasi dan dampak positif juga negatif nya apa???????????

Globalosasi merupakan budaya internasional yang apabila kita tidak ikuti,kita akan ketinggalan.Dengan demikian globalisasi adalah proses alami dimana siapapun,kapanpun dan negara manapun pasti terkena daridampak globalisasi,dampak negatif maupun dampak positif.Pada diri kita perlu adanya filter.

penjelasannya terlalu panjang sehinga sulit untuk dipahami tolong lebih disingkat dan di perjelas.OK!

globalisasi apaan yang ada gombal doang, negara kita diinjek-injek ama yang namanya kaum kapitalis…..tuh liat pendidikan yang nyata-nyata pembuat benih bangsa malah diduduki kaum yang kapitalis sekuler….Hey bangung bIndonesia kita tlah ditipu mentah mentah…………………………………..SADAR DONG………….SADAR………..

sebenarnya globalisasi sangat bagus demi kemajuan negara indonesia, dengan globalisasi ini negara indonesia mampu bersaing baik dalam teknologi, ekonomi dan juga sosial. tetapi yang perlu kita ingat bagaiamana sikap kita dalam menerima ataupun menghadapi globalisasi itu sendiri, jadi kita harus bisa memilih dan memilah yang mana yang baik dan yang buruk

globalisasi …. ngga’ janji dech kayaknya bakal bisa membawa perubahan bagi bangsa ini. coz semakin global semakin terpuruk saja Indonesia.
kapitalisasi, hedonisasi, sekulerisasi .. dan masih banyak lagi imbas yang harus kita terima dengan sedikit ‘keuntungan’ yang nyatanya semakin menyengsarakan rakyat!
apa masih mendewakan globalisasi, hah? :)
cape’ dech ….

globalisasi merupakan suatu kemajuan yang adadalam masyarakat perkotaan namun globalisasi dapat juga menghancurkan masyarakat pedesaan dengan landasan mereka serta kuatnya adat istiadat

“Globalisasi yang tidak bebas”
globalisasi sebeanarnya adalah sebuah bentuk penjajahan modern. dia mengatasnamakan liberalisasi. bagi mereka yang menganut paham ini, mereka percaya bahwa globalisasi akan membawa kemajuan bagi semua bangsa dan negara. Tetapi apa yang kita temuka dari globalisasi?. yang ada hanya sebuah pemrasan dari negara yang kuat kepada negara yang lemah. Demokrasi yang diusungnya adalah demokrasi yang semu. buktinya demokrasi itu sendiri diinjak-injak oleh mereka yang menjunjungnya.
negara-negara lemah, miskin jangan pernah bermimpi dan tidak akan mendapatkan kebebasan, demokrasi dan kemajuan yang dijanjikan dari globalsiasi.
karena globalisasi, kedaulatan sebuah negara diinjak-injak. mereka memkasakan ideologi yang mereka anut kepada negara lain.

globalisasi,
antara hedonisme dan matrealisme yang masih jauh dari idealisme humanis.
globalisasi,
masih antara mesin dan nyawa yang berada di ambang kamuflase besi dan nasi.
globalisasi,
antara pergerakan hati yang masih tarik ulur dengan egoistis yang mengatasnamakan rasionalisme.

globalisasi sangat bagus namun juga membingungkan…
hahaha…

guru KWN saya juga nyebelin gara2 ikut2an globalisasi,ngapaen juga musti ngikut globalisasi ga smua yang ga ikut “G” itu mate,asal kita kreatif apapun bisa,jadi HIDUP ANTI GLOBALISASI layaknya anti virus yang slalu di update wat musnahin virus2 “G”

saya tak akan ngomong masalah globalisasi perlu atau tidak. yang saya mau sampaikan adalah bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk melindungi rakyatnya dari pengaruh negatif globalisasi. so saya berharap supaya bangsa ini bisa menyikapi masalah ini dengan arif dan bijaksana. supaya tak temakan kebohongan masyarakat internasional. Hidup bangsa ku dan Jaya terus Indonesia. terimah kasih

Terima kasih ulasannya baik sekali singkat, padat dan jelas. Tulisan ini akan saya jadikan bahan referensi tesis yang sedang saya selesaikan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: